sinar matahari pagi begitu berkilau membuat dedy terbangun dari tidur pulasnya saat itu, setengah sadar dia bangun di lihatnya jam menunjukan pukul 9 pagi, terlalu pagi dia bangun untuk seorang mahasiswa univeritas terkenal di Malaysia. Tanpa pikir panjang dedy yang baru saja bangun tidur lansung mengenakan baju dan celana kesayangannya sebagai mahasiswa dan keluar dari asrama universitas. sengatan matahari yang sudah meninggi mulai meresap ke dalam kulitnya yang putih ciri khas seorang anak yang berasal dari Bandung.
Saat tiba didepan sayup-sayup terdengar suara yang tidak asing lagi bagi dia ,"oiee...,ded tunggu donk ,gw juga mau ke kelas nih",ternyata si angga anak jawa tapi kalau ngomong sudah hilang ke jawaan nya karena kebanyakan bergaul dengan anak-anak ibukota."eh lu ga ...,terlambat juga....???,",sambil menyapu keringat yang menetes di dahi,"ya iyalah ,masa ya iya donk.,gimana sih lu ",kata angga ,"ya udah kita lansung ke kelas aja ntar dosen marah-marah lagi kaya kemaren ,gw udah 3 kali nih kebablasan bangun pagi","parah lu ded..!!!".Kedua anak tersebut merupakan sahabat dekat sejak mereka nyantri di sebuah pondok pesantren terkenal di jawa timur, tapi pergaulan yang membuat mereka berubah 180 derajat.